Biduan

Biduan: Teror Lagu Terlarang dan Hantu Ratih Kisah ini dibagikan oleh seorang biduan bernama Lati dari Jawa Barat, yang terjadi pada November 2005 saat grup orkestra dangdutnya mendapat undangan mengisi pesta pernikahan di sebuah kota. Lagu Talak Tilu yang Dilarang Saat Lati menyanyi, ia melihat seorang wanita cantik berambut panjang mengenakan dress merah renda-renda yang dengan antusias meminta lagu "Talak Tilu". Namun, ketika Lati akan menyanyikannya, MC langsung menginterupsi dan memberitahu bahwa lagu tersebut dilarang dinyanyikan di daerah itu. Ketika Lati mencari wanita berbaju merah itu untuk meminta maaf, ia melihat wanita itu sudah berjalan menjauh, masuk ke area perkebunan teh. Penampakan Nuri dengan Darah Setelah acara selesai, saat Lati sedang bersiap-siap, ia didatangi rekannya, Nuri, yang mengajaknya ke kamar mandi. Dalam perjalanan, Lati terkejut melihat Nuri yang pucat dan ada noda darah merembes dari celananya. Lati pun bergegas mencarikan pembalut. Ketika Lati sedang mencari pembalut di tasnya, Nuri yang asli datang menghampiri. Nuri kaget dan mengatakan bahwa ia tidak pergi ke kamar mandi bersama Lati, melainkan ke rumah sebelah, dan celananya bersih tanpa noda darah. Lati menyadari bahwa ia baru saja berbicara dengan sosok lain, dan diam-diam ia menyimpan kecurigaan itu. Teror dalam Bus dan Kunci yang Hilang Dalam perjalanan pulang saat Magrib, Lati yang tertidur tiba-tiba terbangun karena mendengar lagu "Talak Tilu" mengalun dari radio bus. Meskipun radio dimatikan, Lati masih mendengar lagu itu dinyanyikan dengan suara tanpa musik. Ia pun menoleh ke belakang dan melihat wanita berambut panjang dengan dress merah yang sama persis sedang duduk di kursi belakang. Bus kemudian mengerem mendadak seolah menabrak sesuatu, lalu mesinnya mati. Saat sopir dan kernet memerika, kunci bus tiba-tiba hilang. Setelah dicari hampir satu jam, kunci tersebut tidak ditemukan. Setelah mesin bus berhasil dinyalakan secara manual, salah satu teman Lati, Kang Atos, yang duduk di belakang, tiba-tiba berteriak karena kepalanya dilempar sesuatu. Ternyata benda yang dilempar itu adalah serenteng kunci bus yang hilang tadi, padahal Kang Atos mengaku sedang ketiduran dan baru bangun karena ketindihan. Panggilan Telepon dan Suara Menyanyi Gangguan terus berlanjut. Nuri tiba-tiba mendapat telepon dari nomor pribadi yang tidak dikenal. Setelah mengangkatnya, Nuri langsung pingsan. Lati yang penasaran mengambil ponsel Nuri dan mendekatkannya ke telinga, ia mendengar suara perempuan menyanyi lagu "Talak Tilu" sambil tertawa melengking. Lati refleks melemparkan ponsel itu dan teman-temannya segera menenangkannya. Setibanya di rumah, Lati melihat lagi sosok perempuan berbaju merah itu tersenyum dan melambai dari bangku belakang bus rombongannya. Identitas Hantu Ratih Keesokan harinya, Mang Enjan—salah satu anggota grup—menelpon Lati dan menceritakan bahwa setelah Lati turun, Nuri kembali kesurupan. Sosok yang merasuki Nuri mengaku bernama Ratih, berusia 19 tahun. Mang Enjan menjelaskan bahwa Ratih adalah seorang wanita yang suka bernyanyi dan bercita-cita menjadi biduan, dengan lagu favorit "Talak Tilu". Namun, suaminya yang pencemburu tidak mendukung. Setelah bertengkar, suaminya menusuk Ratih dengan pisau, yang menyebabkan Ratih meninggal karena pendarahan dalam perjalanan ke rumah sakit. Sejak saat itu, lagu "Talak Tilu" dilarang di daerah tersebut. Lati pun menyadari bahwa wanita berbaju merah yang meminta lagu, yang dilihatnya di kamar mandi, yang menampakkan diri dalam bus, dan yang menelepon Nuri, adalah arwah Ratih, yang terikat dengan lagu kesukaannya. Tonton videonya di sini: BIDUAN - KHW PROFESI PERTAMA PART 250

Posting Komentar

0 Komentar