Pekerja Tambang

Pekerja Tambang: Teror di Tengah Hutan dan Sosok Bersarung yang Menolong Kisah ini dibagikan oleh seorang wanita bernama Liza yang bekerja sebagai administrator di PT Galian, sebuah perusahaan tambang yang berlokasi di pedalaman hutan Sumatera Selatan pada tahun 2015. Karena lokasi yang jauh, perusahaan menyediakan mes, namun Liza memilih pulang-pergi (PP) karena merasa tidak nyaman menginap di tengah hutan. Penampakan Pocong dan Tawa Kuntilanak Suatu sore, Liza pulang terlambat setelah sempat berdebat ringan dengan rekan kerjanya, Karim, yang sangat sombong dan tidak percaya adanya setan. Dalam perjalanan pulang yang sepi dan gelap gulita, Liza dikejutkan oleh suara wanita tertawa kencang tepat di telinga kirinya. Karena kaget, ia kehilangan keseimbangan dan jatuh dari motor, yang seketika mati total. Setelah berhasil menghidupkan motor, ia terpaksa melewatinya lagi saat motornya mati total di dekat sebuah kuburan tunggal. Saat memeriksa, Liza melihat ada sosok pocong yang lusuh, dengan wajah rata dan berlumuran darah, meloncat-loncat di belakangnya. Liza pun panik dan mendorong motornya hingga tiba di sebuah gubuk. Saat mencoba menelpon temannya namun sinyal hilang, tiba-tiba datang seorang Bapak bersarung mengendarai motor. Bapak itu dengan baik hati membantu Liza menyalakan motornya yang mati total hanya dalam sekali coba, lalu mengantarnya sampai ke jalan raya. Mata Hitam Karim dan Sosok Jubah Hitam Beberapa hari kemudian, Liza terpaksa lembur hingga malam. Sekitar pukul 8 malam, Husni—salah satu rekannya—panik dan meminta Liza menemaninya melihat Karim, yang berada di mesin ekskavator. Mereka menemukan Karim menangis histeris. Saat diangkat, Husni terkejut melihat mata Karim semuanya berwarna hitam, tanpa ada bagian putihnya, sebelum akhirnya Karim pingsan. Malam itu, saat Liza pergi ke kantin, ia berpapasan dengan "Karim" yang wajahnya datar dan tangannya terasa dingin sekali saat bersentuhan, meminjam pengisi daya. Setelah itu, saat bertemu Rahman, tiba-tiba Husni datang dan membentak Liza, menyuruhnya segera masuk ke kamar dan tidak keluar sampai pagi. Keesokan harinya, Husni menjelaskan bahwa sosok yang diajak bicara Liza bukanlah Rahman, melainkan sosok laki-laki tinggi besar berjubah hitam yang sering muncul di kantor. Gangguan Massal dan Pembersihan Teror terus meningkat. Rekan Liza yang lain, Soni, sempat melihat makhluk tinggi besar berjubah hitam memegang kapak, dan Liza sendiri melihat penampakan kuntilanak berwajah hancur melayang di atas pohon saat siang hari. Puncaknya, Karim mengalami kesurupan berulang kali, yang mengganggu produktivitas perusahaan. Pihak manajemen akhirnya turun tangan, mengadakan doa bersama dan mendatangkan seorang Ustaz untuk melakukan pembersihan di lokasi PT Galian, yang memang dikenal sebagai hutan angker. Gangguan pun berkurang drastis, meski sesekali masih terjadi. Kebenaran Sosok Penolong Beberapa hari setelah pembersihan, Liza berboncengan dengan Husni melewati gubuk tempat motornya mogok dan menyapa Bapak bersarung yang duduk di sana. Husni terkejut dan bertanya, "Kau ngomong sama siapa?" karena ia tidak melihat siapa pun. Husni kemudian mengungkapkan kebenaran yang mengejutkan: Bapak bersarung yang menolong Liza itu adalah arwah seorang pria yang sudah meninggal. Ia meninggal setelah tanpa sengaja meminum pestisida karena mengira itu air minum. Sejak saat itu, Liza tak pernah lagi berani pulang sendirian. Ia selalu dijemput atau diantar, dan semakin rajin berdoa untuk melindungi diri dari gangguan makhluk halus di tempatnya bekerja. Tonton videonya di sini: PEKERJA TAMBANG - KHW PROFESI PART 259

Posting Komentar

0 Komentar