
"TUMBAL PABRIK - KHW NUSANTARA LAMPUNG PART 132"
menceritakan kisah nyata horor yang dialami oleh seorang pemuda indigo bernama Husni di Lampung, yang berkaitan dengan sebuah pabrik angker yang konon rutin memakan korban sebagai tumbal.
Latar Belakang Pabrik Lentera Luas:
Husni, yang memiliki kemampuan indigo, bisa melihat bahwa pabrik besar di Lampung yang ia sebut sebagai Pabrik Lentera Luas memiliki empat gerbang gaib dengan penghuni berbeda, termasuk sosok laki-laki tinggi besar bermata melotot, ular raksasa, segerombolan kuntilanak berbaju merah, dan sosok Nyai.
Pabrik ini terkenal angker karena konon katanya rutin menelan korban jiwa sebagai tumbal, terutama menjelang tanggal 1 Suro.
Jalan Raya Mawar Melati di depan pabrik sering menjadi lokasi kecelakaan maut yang diduga akibat gangguan makhluk gaib yang keluar untuk mencari mangsa.
Kecelakaan Teman Sekolah (Nuna dan Karin):
Saat Husni SMA, dua temannya, Karin dan Nuna, mengalami kecelakaan motor tunggal di Jalan Raya Mawar Melati saat hendak mengikuti lomba Pramuka.
Karin terpental ke pinggir jalan dengan luka parah, sementara Nuna terpental ke tengah jalan dan meninggal di tempat setelah terlindas truk.
Husni sempat bermimpi bertemu Nuna, yang bertanya mengapa Husni tidak memberitahu bahwa jalan Mawar Melati sedang mencari korban, karena Husni dan tantenya yang sama-sama indigo memang sudah mendapat firasat bahwa pabrik sedang mencari dua tumbal: seorang perjaka dan seorang perawan, yang mana Nuna adalah korban perawan tersebut.
Husni Bekerja di Pabrik:
Karena kondisi ekonomi keluarga, Husni terpaksa menerima tawaran bekerja di Pabrik Lentera Luas meskipun ia tahu keangkerannya.
Di hari pertamanya, Husni sudah melihat pabrik itu ramai dengan berbagai macam makhluk astral, termasuk penampakan korban kecelakaan.
Ia mengalami penampakan seperti sosok perempuan merayap di langit-langit kamar mandi, dan bertemu dengan Mbak Riris "jadi-jadian" di luar kamar mandi dengan wajah rata.
Kejadian "Tumbal Manusia":
Pada saat pabrik mengumumkan pembagian daging gratis, Husni melihat pemandangan mengejutkan di pekarangan pabrik: empat manusia dewasa dan satu anak kecil diikat layaknya hewan, sementara orang lain melihat mereka sebagai sapi dan kambing.
Keluarga Husni menduga bahwa manusia-manusia yang dilihat Husni itulah yang akan menjadi santapan demit-demit di sana. Husni pun menolak mengambil daging tersebut karena menganggapnya sebagai daging manusia.
Gangguan dan Resign:
Setelah peristiwa pembagian daging, terjadi kesurupan massal di pabrik, termasuk Mbak Riris, yang saat kesurupan sempat menunjuk Husni dan mengatakan, "Kamu sudah tahu aku akan dijadikan tumbal, kenapa kau tidak menolongku?".
Husni juga diikuti pulang oleh sosok penghuni gerbang satu pabrik yang menindihnya dan berkata, "Seharusnya hari itu kau yang mati".
Setelah itu, orang tua Husni menyarankan ia untuk resign dari pabrik.
Meskipun sudah resign, gangguan berlanjut, puncaknya Husni bermimpi melihat orang tuanya diikat seperti hewan untuk dijadikan korban. Husni pun dibangunkan dalam keadaan menangis tersedu dan dikelilingi kerabat.
Menurut tantenya, para penghuni pabrik sudah tahu Husni bisa melihat mereka, dan telah membawa jiwa Husni ke alam mereka. Akhirnya, Husni menjalani proses rukiah dan berhasil dibersihkan dari jin-jin pabrik.
Anda dapat menonton video ini secara langsung di: TUMBAL PABRIK - KHW NUSANTARA LAMPUNG PART 132
0 Komentar