Korea Selatan

KOREA SELATAN - KHW INTERNASIONAL PART 225 dari kanal Nadia Omara menceritakan pengalaman horor yang dialami oleh seorang mahasiswa bernama Julian atau Lian saat berkuliah di Korea Selatan. Berikut adalah rangkuman ceritanya: Latar Belakang dan Urban Legend: Lian, yang tinggal di asrama Universitas K, mulai mengalami teror mistis setelah bersama teman-temannya membahas kisah urban legend kampus. Konon, kampus tersebut dulunya adalah barak militer Jepang. Hantu yang menghantui kampus adalah sosok wanita cantik bernama Hanmiso atau Hayan Yuryeong (Hantu Berbaju Putih). Hanmiso dipercaya adalah korban tragis kekejaman tentara Jepang pada tahun 1920-an di barak tersebut. Gangguan Awal: Lian mulai mendapatkan mimpi aneh tentang Hanmiso dan sering mendengar suara tangisan wanita di toilet asrama yang tidak berpenghuni. Pemicu dan Teror Fisik: Gangguan semakin ekstrem setelah Lian dan teman-temannya memainkan papan Ouija (pemanggil arwah) di kamar asrama. Setelah bermain Ouija, Lian kembali bermimpi didatangi Hanmiso dengan wajah mengerikan. Dalam mimpi itu, sosok tersebut mencekiknya, dan saat Lian terbangun, terdapat guratan merah bekas cekikan di lehernya. Visi Tragis: Lian mendapatkan mimpi yang sangat nyata (seperti visi) tentang bagaimana Hanmiso tewas disiksa secara brutal oleh tentara Jepang setelah berusaha melarikan diri, yang membenarkan legenda tentang kematian tragisnya. Puncak Gangguan: Setelah sempat terhenti karena Lian kembali ke Indonesia, teror itu muncul lagi saat Lian kembali ke Korea. Saat mandi di rumah neneknya, Lian melihat penampakan Hanmiso tergantung terbalik (kayang) dari langit-langit kamar mandi sambil meneteskan darah dari mulutnya. Penyelesaian: Lian dan teman-temannya mencari bantuan dari seorang dukun/shaman bernama Kakek Boyong. Kakek Boyong menjelaskan bahwa papan Ouija yang mereka mainkan telah memanggil arwah kuat Hanmiso. Untuk menghentikan teror, mereka diperintahkan untuk: Membakar papan Ouija sebelum matahari terbit. Memasukkan sisa abu ke dalam guci kremasi (memperlakukan seperti jasad manusia). Melakukan pembersihan diri sesuai kepercayaan agama masing-masing. Penghargaan dan Akhir: Setelah semua ritual dilaksanakan, Lian bermimpi didatangi Hanmiso untuk terakhir kalinya. Sosok itu tersenyum dan mengucapkan "Kamsamida, Lian" (Terima kasih, Lian). Sejak saat itu, teror hantu Hanmiso pun berakhir. URL video: http://www.youtube.com/watch?v=YBpiD8XddNg

Posting Komentar

0 Komentar