Girl in the Picture

Misteri di Awal Kasus: Kematian Tonya Hughes Cerita ini bermula pada 25 April 1990, ketika seorang perempuan muda berusia 20 tahun bernama Tonya Hughes ditemukan tergeletak di pinggir jalan, korban tabrak lari. Tonya pun dinyatakan meninggal dunia. Tonya tinggal bersama suaminya, Clarence Hughes, dan anak mereka, Michael (2 tahun). Clarence dan Tonya memiliki jarak usia yang cukup jauh. Plot twist-nya datang, Wak! Salah satu rekan kerja Tonya ingin menghubungi keluarga korban. Saat ia menelepon orang tua Tonya, mereka bilang: "Maksud kamu ini apa? Tonya, putri kami, sudah meninggal dunia 20 tahun yang lalu." Ternyata, perempuan yang meninggal bukanlah Tonya Hughes yang asli. Identitas korban adalah palsu! Michael Diculik dan Identitas Palsu Pelaku Kecurigaan: Rekan kerja Tonya bersaksi bahwa Tonya sangat takut pada suaminya, Clarence, dan Clarence sempat mengambil polis asuransi jiwa Tonya setelah kematiannya. Michael juga sering bergumam "pria jahat" saat melihat Clarence. Michael Diculik: Michael dikirim ke panti asuhan. Setelah tes DNA membuktikan Michael bukan anak biologis Clarence, hak berkunjung Clarence dicabut. Namun, Clarence datang ke sekolah Michael, menodong kepala sekolah dengan pistol, dan menculik Michael. FBI Turun Tangan: Polisi kewalahan dan memanggil FBI. FBI menyelidiki Clarence dan menemukan bahwa nomor jaminan sosial yang ia gunakan bukanlah atas nama Clarence Hughes. Identitas aslinya adalah Franklin Floyd, seorang buronan narapidana dengan riwayat kriminal panjang, termasuk penculikan, pelecehan, perampokan, dan pedofilia. Misteri Identitas: Sharon Marshall FBI menyebar pengumuman penculikan Michael dan foto Tonya. Di sinilah Jenny Fisher, sahabat Tonya waktu SMA, muncul. Jenny menghubungi FBI dan mengatakan bahwa perempuan di foto itu bukan Tonya, melainkan sahabatnya: Sharon Marshall. Plot Twist Lapis Dua: Saat FBI menunjukkan foto Franklin Floyd, Jenny langsung terkejut. Dia bilang: "Enggak mungkin! Laki-laki ini bapaknya Sharon! Namanya Waren Marshall!" FBI kemudian menemukan bahwa Floyd telah mengubah identitasnya menjadi Waren Marshall dan kemudian menikahi Sharon, yang adalah anak kandungnya. Di persidangan, Jenny Fisher datang sebagai saksi. Dia mengungkapkan kebenaran yang mengerikan: Jenny bersaksi bahwa Floyd telah melakukan pelecehan seksual terhadap Sharon sejak dia masih remaja. Jenny pernah melihatnya langsung. Karena sederet kejahatan itu, Floyd dijatuhi hukuman 52 tahun penjara. Tapi kasus belum selesai, Wak! Pembunuhan Sheryl Comesso dan Pengakuan Michael Pembunuhan Lain: FBI menemukan bukti foto-foto porno yang sangat sadis di mobil Floyd. Di antara foto-foto itu, ada satu foto wanita yang disiksa dan diikat dengan kemeja. Kemeja itu identik dengan kemeja yang ditemukan bersama kerangka manusia di Florida. Wanita itu diidentifikasi sebagai Sheryl Comesso, teman Sharon (Tonya) saat menjadi penari striptis. Terungkap bahwa Floyd membunuh Sheryl. Pergantian Identitas: Alasan Floyd dan Sharon mengganti nama menjadi Clarence dan Tonya Hughes adalah untuk menghindari kejaran polisi atas pembunuhan Sheryl. Pengakuan Michael: Saat diinterogasi FBI, Floyd yang emosional akhirnya mengaku: "Aku menembak dia dua kali di belakang kepalanya biar cepat." Michael telah dibunuh oleh Floyd, dan dikubur di perbatasan Texas dan Oklahoma. Identitas Terakhir: Susan Sevakis Meskipun Floyd sudah divonis hukuman mati atas pembunuhan Sheryl Comesso, FBI masih penasaran dengan identitas asli Sharon. Saat Floyd diinterogasi, dia keceplosan. Floyd bercerita tentang mantan pacarnya, Sandy, dan anak pertama mereka. Nama Terakhir: Floyd akhirnya menyebutkan nama anak yang selama ini dicari FBI: Susan Sevakis. Susan Sevakis adalah nama asli Sharon Marshall/Tonya Hughes. Dia adalah anak dari mantan pacar Floyd, Sandy. Floyd bukan ayah kandungnya, tapi ayah tirinya. Floyd menculik Susan dari panti sosial saat ibunya, Sandy, sedang ditahan 30 hari. Floyd membawa Susan pergi dan membesarkannya sebagai putrinya, mengubah namanya menjadi Sharon Marshall, melecehkannya, menikahinya, dan menyuruhnya bekerja sebagai penari striptis dan bahkan PSK. Akhir yang Menggantung Pada tahun 2017, batu nisan Tonya Hughes akhirnya diganti menjadi Susan Sevakis. Franklin Floyd masih hidup dan ditahan, menunggu tanggal eksekusi hukuman matinya. Dua misteri utama tidak pernah terjawab: Di mana jasad Michael Hughes dikuburkan, dan apakah kematian Susan akibat tabrak lari itu memang murni kecelakaan atau disengaja oleh Floyd. Ini benar-benar kisah yang ngejelimet, Wak. Suzan (Sharon) meninggal tanpa pernah tahu siapa dirinya sebenarnya, dan ia harus mengubur mimpinya demi laki-laki Pedofil yang ia anggap sebagai ayahnya. Tautan video: KOK SENYUM SIH KAK ?! KRONOLOGI LENGKAP ISABELLA GUZM4N Tautan video: NGEJELIMET TAPI SERU

Posting Komentar

0 Komentar